Apa itu El Nino ?
El Nino adalah fenomena alam dan bukan badai, secara ilmiah diartikan dengan meningkatnya suhu muka laut di sekitar Pasifik Tengah dan Timur sepanjang ekuator dari nilai rata-ratanya dan secara fisik El Nino tidak dapat dilihat.
Dampak El Nino
Dampak El Nino terhadap kondisi cuaca globa, yaitu :- Angin pasat timuran melemah
- Sirkulasi Monsoon melemah
- Akumulasi curah hujan berkurang di wilayah Indonesia, Amerika Tengah dan amerika Selatan bagian Utara. Cuaca di daerah ini cenderung lebih dingin dan kering.
- Potensi hujan terdapat di sepanjang Pasifik Ekuatorial Tengah dan Barat serta wilayah Argentina. Cuaca cenderung hangat dan lembab
Fenomena El Nino menyebabkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia berkurang, tingkat berkurangnya curah hujan ini sangat tergantung dari intensitas El Nino tersebut. Namun karena posisi geografis Indonesia yang dikenal sebagai benua maritim, maka tidak seluruh wilayah Indonesia dipengaruhi oleh fenomena El Nino.
El Nino pernah menimbulkan kekeringan panjang di Indonesia. Curah hujan berkurang dan keadaan bertambah menjadi lebih buruk dengan meluasnya kebakaran hutan dan asap yang ditimbulkannya.
Kekeringan dan kebakaran hutan terparah yang pernah terjadi selama 50 tahun terjadi di tahun 1997. Polusi udara yang ditimbulkannya menyebar hingga ke seluruh wilayah ditambah Negara-negara tetangga Brunei, Filipina, dan Thailand.
Antisipasi Pemerintah
Untuk menghadapi fenomena El Nino tersebut Pemerintah telah menyiapkan 3 langkah antisipasi, seperti yang diutarakan oleh Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi, yaitu :
- Menjamin kelancaran pasokan kebutuhan pokok, khususnya pangan pokok.
- Mengantisipasi kemungkinan dampak kekeringan terhadap kegiatan petani khususnya bagi tanaman pokok.
- Menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat, terutama di daerah rawan kekeringan di seluruh Indonesia.
Seperti diketahui dampak El Nino diprediksi akan mengancam produksi komoditi kebutuhan pokok dalam negeri diantaranya beras, gula. Bahkan komoditas-komoditas ekspor utama Indonesia seperti minyak sawit mentah (CPO) akan terancam produksinya pada tahun depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar